Menengok Kampung Berseri Di Surabaya

Sebagai makhluk yang hidup dan bertempat tinggal di planet bernama bumi, tentu tak lepas dari yang namanya lingkungan hidup dan tak hidup. Kepedulian terhadap lingkungan juga menandakan kepekaan akan alam sekitar, yang berakibat secara langsung kepada manusia. Jika mengabaikan lingkungan, bisa jadi alam akan marah dan timbul bencana, misalnya: banjir, tanah longsor.

Sebenarnya, bencana tersebut ada yang bisa dihindari jika manusia mengerti akan konsep simbiosis mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan. Banjir banyak diakibatkan manusia yang serakah dan mengubah lahan hijau menjadi perumahan dan lahan bisnis.

Mendengar kata Astra, tentu terbayang jutaan kendaraan bermotor, baik sepeda maupun mobil yang sudah menasional dan terus merajai pasar otomotif nasional. Namun, jangan salah, Astra tak hanya berkutat di pabrik. Mereka tidak melupakan masyarakat sekitar yang menjadi mitra dan konsumen setia.

Tidak usah jauh – jauh, di dekat tempat tinggal saya, Surabaya, terdapat kampung binaan Astra. Ketika berkunjung ke tempat ini, sebelumnya anda akan melewati bekas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Keputih yang sekarang dibangun menjadi Taman Harmoni.

Desa binaan Astra ini sebenarnya adalah kampung yang baru dirintis oleh Pemerintah Kota Surabaya. Di depan kampung, kesan hijau dan asri sudah terlihat. Banyak tanaman disusun dalam pot – pot berukuran kecil, didominasi bunga yang sedap dipandang.  Di atas gapura masuk, kita disambut oleh tulisan yang menunjukkan kalau ini kampung binaan Astra. Masuk ke gang yang cukup lebar, berderet pot gantung dan pot di depan rumah yang berjajar rapi, tentunya berisi tanaman hijau. Segarnya udara sangat terasa ketika berjalan – jalan. Maklum, tumbuhan adalah penyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen di siang hari. Panas yang menyengat pun tereduksi oleh rindangnya dedaunan.

Dalam pengamatan penulis, ada juga warga yang kreatif, mengkombinasikan tanaman hias dengan tanaman obat atau kebutuhan dapur. Tanaman obat tradisonal membuat kita tidak terlalu bergantung pada zat kimia. Sedangkan penanaman cabai membantu menghemat uang belanja ibu – ibu ketika harga cabai mahal.

Selain bantuan penghijauan, masalah pengelolaan sampah juga sangat diperhatikan. Setiap rumah tangga tentu menghasilkan sampah, hampir setiap hari. Di ujung gang – gang tertentu, ada penduduk yang menjadi pengelola bank sampah. Bank sampah ini mempunyai komposter sendiri, dan  sampah dibeli setelah dipilah menurut jenisnya. Ada yang didaur ulang, ada juga yang bisa diolah menjadi pupuk tanaman. Hasil penjualan biasanya dirupakan dalam bentuk tabungan sampah, yang bisa diuangkan setelah mencapai jumlah tertentu.

Semua rangkaian aktivitas itu menghasilkan lingkungan yang asri, hijau dan bebas sampah. Tak lupa, keuntungan ekonomi bisa didapatkan dengan mengelola sampah. Benar – benar efektif dan efisien! Akibat keberhasilan warga, mereka juga menjadi kampung percontohan bagi daerah lain yang ingin kampungnya seperti mereka.

 

Leave a Reply