Cara Mengatasi Kelembaban dan Jamur di Dinding Rumah

Indonesia merupakan negeri yang terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Hal ini membuat udara di Indonesia biasanya memiliki kelembaban yang tinggi pula. Akibatnya, Anda akan merasa gerah jika berada dalam rumah. Kelembaban juga akan merusak cat dinding rumah dan memicu tumbuhnya kapang/jamur yang membuat dinding perumah bersubsidi Anda terlihat tidak terawat. Selain membuat tampilan rumah Anda tidak lagi cantik, kelembaban dan jamur tersebut juga mengancam kesehatan keluarga Anda. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari bagaimana cara mengatasi kelembaban dan mencegah jamur tumbuh di dinding rumah Anda.

Pada kesempatan ini, Kami membahas bagaimana cara praktis dan alat-alat yang dapat membantu Anda membasmi jamur dan mencegah rumah Anda menjadi lembab, terutama saat musim hujan.

Gunakan Kipas Angin di Area yang Lembab

Jika Anda mengingat pelajaran ilmu pengetahuan alam saat di Sekolah Dasar, Anda pasti tahu bahwa salah satu cara untuk mempercepat penguapan adalah dengan meniupkan udara pada permukaan air. Nah, demikian pula cara menghilangkan kelembaban di dinding rumah Anda. Anda tinggal menggunakan kipas pada area tersebut, sesekali saja, terutama saat siang hari. Dengan demikian, kandungan air di permukaan dinding akan menguap dan tidak lembab lagi.

Gunakan Alat Dehumidifiers

Rentangan kelembaban normal berada diantara 50% -65%. Jika ingin merasa nyaman dan aman dari serangan jamur pengganggu yang tumbuh di tembok, anda harus mengurangi kelembaban jika kelembaban udara berada diatas rentangan tersebut. Untuk itu, anda dapat menggunakan dehumidifier. Anda bisa mendapatkan mesin ini di toko online dengan harga berkisar 300 ratus ribu hingga 6 juta rupiah.

Buka Jendela dan Perbaiki Sirkulasi Udara

Pada dasarnya, kelembaban disebabkan oleh molekul air yang sedang dalam bentuk uap. Dalam bentuk ini, air akan melayang dan bergerak selayaknya udara. Oleh karena itu, agar uap air tidak terakumulasi dan membuat suatu ruangan lembab, bukalah jendela dan perbaiki ventilasi udara rumah Anda agar sirkulasinya lancar. Beberapa ruangan seperti kamar mandi, tempat menjemur dan mencuci pakaian, dan dapur adalah tempat yang harus memiliki jendela dan ventilasi yang memadai. Selain membiarkan udara bergerak bebas, sirkulasi udara yang baik akan membuat rumah Anda lebih dingin dan sejuk pada hari di musim kemarau yang terik dan kering.

Carilah dan perbaiki kebocoran air

Atap atau dinding yang bocor, pipa bocor, keran atau kepala pancuran merupakan salah satu penyebab kebocoran, selain udara yang memiliki kandungan air tinggi. Oleh karena itu, Anda harus menemukan sumber kebocoran di ruangan yang memiliki kelembaban tinggi dan memperbaikinya secapat mungkin. Sebaiknya Anda melakukan tips ini pada musim kemarau hingga saat musim hujan datang, rumah Anda tidak akan lembab dan jamur pengganggu kesehatanpun tidak akan tumbuh.

Gunakan Cat Kedap Air

Salah satu penyebab kelembaban yang lain adalah adanya rembesan dari talang air, kamar mandi maupun dari tanah yang kebetulan menumpuk air dalam jumlah besar saat musim hujan. Untuk mengatasi masalah ini, Anda hanya perlu menggunakan cat atau plester dinding kedap air yang akan mencegah rembesan air yang diakibatkan proses kapilaritas. Opsi ini mungkin dapat Anda gunakan saat Anda membangun rumah baru. Gunakan plester dan cat tembok anti bocor hingga rumah Anda akan terhindar dari kelembaban saat musim hujan.

Tips Membersihkan Jamur yang Tumbuh di Dinding Rumah Anda

Jamur merupakan organisme yang menyebarkan spora sebagai alat perkembangbiakan. Spora sangat mudah terbang dan terhirup, jadi Anda harus hati-hati saat berhadapan dengan jamur. Untuk alasan kesehatan, Anda harus melakukan tindakan pencegahan antara lain:

  • Kenakan sarung tangan dapur panjang yang melebarkan lengan melewati pergelangan tangan Anda
  • Kenakan dusk mask untuk mencegah terhirupnya spora jamur secara tidak sengaja
  • Bukalah jendela agar spora terbawa aliran udara keluar rumah

Sebaiknya bersihkan area yang ditumbuhi jamur secepat mungkin dengan air dan deterjen ringan atau menggunakan semprotan yang mengandung desinfektan. Jika menggunakan air dan deterjen ringan, gosok dengan kuat setelah mengoleskan sabun dan air. Jika menggunakan semprotan, semprotlah dengan jumlah yang banyak dan biarkan selama satu atau dua jam, lalu gosok dan bilas dengan air bersih untuk membersihkan daerah tersebut.

Setelah memastikan bahwa Anda telah melepaskan sepenuhnya jamur, atau segera akan kembali, ventilasi area dengan kipas bak mandi jika tersedia, pastikan Anda menutup pintu dan jendela (jika ada) untuk menutup ruangan agar lebih cepat kering. Jika tidak ada kipas angin, atau sekali area kering, buka pintu dan jendela untuk ventilasi, dan pertimbangkan untuk menempatkan kipas angin. Demikian tips cara mengatasi kelembaban dan jamur yang tumbuh di dinding rumah. Semoga dapat membantu masalah Anda yang diakibatkan dua hal tersebut!

Leave a Reply